Makalah Etika dan Fungsi Organisasi Perusahaan
ETIKA
DAN FUNGSI-FUNGSI ORGANISASI PERUSAHAAN
DISUSUN
OLEH:
KINTAN SHOLICHAH DZAKIA NURI
(01221062)
UNIVERSITAS
NAROTAMA SURABAYA
FAKULTAS
HUKUM, EKONOMI, PENDIDIKAN
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
2021
Jl.
Arief Rahman Hakim No. 51 Surabaya
Phone: 031-5946404, Fax: 031-5931213
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya sehingga bisa menyelesaikan makalah tepat pada waktunya. Dalam
makalah ini saya membahas tentang “Etika dan Fungsi-Fungsi Organisasi
Perusahaan”. Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Etika Bisnis.
Saya
menyadari bahwa didalam makalah ini terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu
kritik dan saran saya harapkan supaya makalah ini bisa diperbaiki dengan baik.
Saya berharap Semoga makalah ini bermanfaat untuk siapapun yang membaca.
Surabaya, November 2021
Kintan
Sholichah Dzakia Nuri
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
B. Etika pada Organisasi
Perusahaan
C. Tujuan Etika dalam
Perusahaan
D. Fungsi Etika
dalam Perusahaan
E. Hal-Hal yang
Diperhatikan dalam Menciptakan Etika Bisnis
A. Latar Belakang
Dalam dunia bisnis etika memiliki peranan
sangat penting ketika keuntungan bukan lagi menjadi satu-satunya tujuan perusahaan.
Bisnis juga akan menjadi lebih sukses jika mempunyai perhatian pada etika,
karena hal ini akan meningkatkan reputasi organisasi dan meningkatkan motivasi
karyawan serta dapat mengurangi berbagai kerugian akibat perilaku yang kurang
etis yang dilakukan oleh karyawan.
Banyak sebab yang menjadikan perilaku yang
tidak etis yang ditunjukkan karyawan. Hal ini terkait pada individu karyawan
saja, tetapi juga menyangkut keseluruhan proses organisasi. Manajemen sumber
daya manusia memiliki peran penting dalam membantu organisasi untuk
meningkatkan nilai-nilai etika perusahaan.
Sebagian besar orang beranggapan bahwa
dalam menjalankan bisnis, seorang
pebisnis tidak perlu mengindahkan aturan, norma, serta nilai moral yang berlaku
dalam bisnis karena bisnis merupakan suatu persaingan, sehingga pelaku bisnis
harus memfokuskan diri untuk berusaha dengan berbagai macam cara dan upaya agar
bisa menang dalam persaingan bisnis yang ketat.
Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya
benar karena ternyata beberapa perusahaan berhasil memegang teguh kode etis dan
komitmen moral tertentu. Sebuah perusahaan yang unggul sebaiknya tidak hanya
tergantung pada kinerja yang baik, pengaturan manajerial dan financial yang
baik, keunggulan teknologi yang dimiliki, sarana dan prasarana melainkan harus
didasari etika yang baik. Dengan memperhatikan etika bisnis yang baik maka
kepercayaan konsumen terhadap perusahaan tetap terjaga.
B. Rumusan Masalah
1.
Apakah pengertian dari etika bisnis?
2.
Bagaimana etika pada perusahaan?
3.
Apa tujuan menerapkan etika dalam bisnis?
4.
Apa saja fungsi-fungsi dari etika bisnis?
5.
Hal apa saja yang diterapkan pada etika
bisnis?
6.
Apa saja prinsip-prinsip dalam etika
bisnis?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk
menghimbau pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya dengan baik.
2. Untuk
menambah wawasan tentang etika dalam menjalankan bisnis.
3. Mengetahui
fungsi-fungsi dari etika bisnis dalam sebuah organisasi perusahaan.
4. Diharapkan
dapat menerapkan etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Etika Bisnis
Kata “Etika”
berasal dari Yunani yaitu “Ethos” yang artinya adat istiadat. Etika bisa
dibilang sebagai kebiasaan hidup baik pada diri seseorang maupun masyarakat.
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang mencakup
seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat.
Etika bisnis dalam perusahaan membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan
serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan
pelanggan/mitra kerja, pemegang saham dan masyarakat.
Perusahaan
meyakini prinsip bisnisnyang baik adalah bisnis yang beretika, yakni dengan
kinerja unggul dan berkesinambungan. Etika dalam bisnis dapat menjadi standar
dan pedoman bagi seluruh karyawan dan menjadikannya sebagai pedoman untuk
menjalankan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang jujur dan sikap
profesional.
Menurut
Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Management Journal
(1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku
etika bisnis, yaitu:
1. Utilitarian
Approach: setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensi.
Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang harus Mengikuti cara-cara yang dapat
memberi manfaat sebesar-besarnya pada masyarakat.
2. Individual
Rights Approach: setiap orang dalam tindakan dan
kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun, Tindakan ataupun
tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan
terjadi benturan dengan hak orang lain.
3. Justice
Approach: para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang
sama,dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan pada pelanggan baik secara
perseorangan ataupun secara kelompok.
Etika
bisnis dalam perusahan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk
membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta
mempunyai kemampuan menciptakan nilai yang tinggi. Biasanya dimulai dari
perencanaan strategis, organisasi yang baik.
B. Etika pada Organisasi Perusahaan
Ada dua pandangan yang muncul di
Etika pada Organisasi Perusahaan.
1. Pandangan
pertama yang berpendapat bahwa, karena aturan yang mengikat, organisasi
memperbolehkan kita untuk mengatakan bahwa perusahaan bertindak seperti
individu dan memiliki tujuan yang disengaja atas apa yang mereka lakukan, kita
dopat mengatakan mereka bertanggungjawab secara moral untuk tindakan mereka dan
bahwa tindakan mereka adalah bermoral atau tidak bermoral dalam pengertian yang
sama dilakukan oleh manusia.
2. Pandangan
kedua bependapat bahwa organisasi bisnis sama seperti mesin yang harus mentaati
peraturan formal yang tidak ada kaitannya dengan moralitas. Akibatnya, lebih
tidak masuk akal untuk menganggap organisasi yang bertanggung jawab secara
moral karena ia gagal Mengikuti standar moral daripada mengkritik organisasi
seperti mesin yang gagal bertindak secara moral.
C. Tujuan Etika dalam Perusahaan
Etika bertujuan untuk
menilai suatu perbuatan antara yang baik dan yang salah. Etika juga bertujuan untuk membatasi seseorang untuk tidak bertindak semena-mena yang dapat
merugikan dirinya serta pihak-pihak lain yang terkait dalam hubungan dengan
organisasi perusahaan. Dengan menerapkan etika maka, perusahaan mendapatkan
kepercayaan dari konsumen, citra perusahaan dimata konsumen baik, meningkatkan
motivasi pekerja dan keuntungan perusahaan dapat diperoleh.
D. Fungsi Etika dalam
Perusahaan
Etika memiliki
fungsi yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan itu sendiri. Setiap
fungsi peerusahaan memiliki masalah etika tersendiri. Berikut ini akan dibahas
berbagai permasalahan etika bisnis yang terjadi dibeberapa fungsi perusahaan.
1. Dibidang
Akuntansi
Dalam
kegiatan bisnis sering kali ditemukan perusahaan yang Menyusun laporan keuangan
yang berbeda. Ada laporan keuangan internal perusahaan, untuk bank dan untuk
kantor pajak. Dengan melalukan praktik ini, bagian akuntansi perusahaan secara
sengaja memanipulasi data dengan tujuan memperoleh keuntungan dari penyusunan
laporan palsu tersebut.
2. Dibidang Keuangan
Pelanggaran
etika bisnis dalam bidang keuangan dapat terjadi misalnya seolah-olah
perusahaan mengajukan pinjaman ke bank. Melalui praktik ini seolah-olah
perusahaan memiliki keuangan yang tidak sehat sehingga layak untuk mendapatkan
kredit.
3. Dibidang
Produksi dan Pemasaran
Hubungan
yang dilakukan perusahaan dengan para pelanggannya dapat menimbulkan berbagai
permasalahan etika bisnis dibidang produksi dan pemasaran. Untuk melindungi
konsumen dari perlakuan yang tidak etis yang mungkin dilakukan oleh perusahaan
pemerintah Indonesia telah memberlakukan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999
tentang perlindungan konsumen.
4. Dibidang
Teknologi
Hal-hal
yang dapat memunculkan permasalahan etika dalam bidang ini meliputi serangan
privasi seseorang, pengumpulan, penyimpanan dan akses informasi usaha melalui
transaksi e-commerce, perlindungan hak cipta.
E. Hal-Hal yang Diperhatikan dalam Menciptakan Etika Bisnis
1. Pengendalian
Diri
2. Menciptakan
persaingan yang sehat
3. Menumbuhkan
sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah.
4. Mempertahkan
jati diri tidak mudah terombang-ambing
5. Menumbuhkembangkan
kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
F. Prinsip Etika Bisnis
1. Prinsip
Otonomi (Sadar tentang Kebaikan)
Prinsip
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan
bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggap baik untuk
dilakukan.
2. Prinsip
Kejujuran
Kejujuran
merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus
diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan.
3. Prinsip
Keadilan
Perusahaan
harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan system bisnis.
Contohnya, upah yang adil kepada karyawan kontribusinya, pelayanan yang sama
kepada konsumen.
4. Prinsip
tidak Berniat Jahat
Prinsip
ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran
yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
5. Prinsip
Hormat pada Diri Sendiri
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dalam bisnis dengan para pelakunya
yang merupakan orang biasa, maka diperlukan prinsip, etika dan moral yang
melandasi setiap pelaku tersebut. Etika bisnis merupakan kode etik pengusaha.
Setiap perusahaan harus memiliki tanggung jawab terhadap semua pihak yang
bersangkutan dengan perusahaannya. Karena dengan beretika bisnis yang baik
selain dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas dari semua unsur yang
berpengaruh pada perusahaan, juga menentukan maju/mundurnya suatu perusahaan.
Dengan kata lain, bisnis
memang punya etika dan karena itu etika bisnis memang relevan untuk dibicarakan
mengenai keterkaitan tujuan bisnis dan mencari keuntungan dan etika
memperlihatkan bahwa perusahaan menjalankan bisnisnya dengan baik dan etis.
Perusahaan yang memperhatikan hak dan kepentingan semua pihak yang terkait
dengan bisnisnya akan berhasil dan bertahan dalam kegiatan bisnisnya
B.
Saran
Perlu adanya sadar diri dalam hati
pegawai perusahaan yang ingin menerapkan etika dalam berbisnis agar tidak ada
kecurangan atau kebohongan yang terjadi di perusahaan. Dan perusahaan harus
menerapkan sanksi atau hukuman yang berat apabila ada salah satu pegawai yang
melanggar, dengan ini maka bisnis berjalan dengan baik dan lancar.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.scribd.com/document/360546427/Makalah-Etika-Bisnis-Terhadap-Fungsi-Bisnis
https://www.academia.edu/35501237/Pentingnya-Etika-Bisnis-Dalam-Sebuah-Perusahaan-Organisasi
https://www.academia.edu/31589119/Makalah-Etika-Bisnis
Komentar
Posting Komentar